Move To…”
October 11th, 2006 by devhoyBlog saya dengan ini resmi pindah ke "sini"
sila klik, kasih komen, asal jangan diacak2 ajah..
Ah.. tapi siapa yang peduli yah…
cuman pengumuman kok
so.. cu there..
Blog saya dengan ini resmi pindah ke "sini"
sila klik, kasih komen, asal jangan diacak2 ajah..
Ah.. tapi siapa yang peduli yah…
cuman pengumuman kok
so.. cu there..
Kepada seluruh rekan-rekan,
Saya mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa, dengan hati yang tulus mohon maaf lahir dan bathin baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja, melalui ucapan ataupun tulisan, semoga segala amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT.
Semoga di bulan Ramadhan nanti kita dapat saling menjaga satu sama lain, agar dapat menjalankan ibadah dengan sempurna.
AMIN..
HAVE A NICE RAMADHAN
"Wahai manusia! Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan
membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia disisi
Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya
adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam
yang paling utama.
Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan
oleh-NYA. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah,
amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah
Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu
untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya.
Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung
ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu di hari kiamat.
Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin. Muliakanlah orang tuamu,
sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu,
tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan
pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya. Kasihilah
anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu.
Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu
untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling
utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh
kasih; Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka
ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka
berdoa kepada-Nya.
Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu,
maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena
beban (dosa) mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.
Ketahuilah! Allah ta’ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa
Dia tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak
akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan
Rabb al-alamin.
Wahai manusia! Barang siapa di antaramu memberi buka kepada orang-orang
mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama
dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa
yang lalu. (Sahabat-sahabat lain bertanya: "Ya Rasulullah! Tidaklah
kami semua mampu berbuat demikian."
Rasulullah meneruskan: "Jagalah dirimu dari api neraka walaupun
hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya
dengan seteguk air."
Wahai manusia! Siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini ia akan
berhasil melewati sirathol mustaqim pada hari ketika kai-kaki
tergelincir. Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki
tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan
meringankan pemeriksaan-Nya di hari kiamat. Barangsiapa menahan
kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia
berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memuliakan anak yatim di bulan ini,
Allah akan memuliakanya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa
menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan
menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.
Barang siapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan
rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa melakukan
shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari
api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardu baginya ganjaran seperti
melakukan 70 shalat fardu di bulan lain. Barangsiapa memperbanyak
shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada
hari ketika timbangan meringan. Barangsiapa di bulan ini membaca satu
ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Quran pada
bulan-bulan yang lain.
Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka
mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu.
Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak
akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah
agar ia tak lagi pernah menguasaimu. Amirul mukminin k.w. berkata:
"Aku berdiri dan berkata: "Ya Rasulullah! Apa amal yang paling
utama di bulan ini?" Jawab Nabi: "Ya Abal Hasan! Amal yang
paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan
Allah".
Wahai manusia! sesungguhnya kamu akan dinaungi oleh bulan yang
senantiasa besar lagi penuh keberkahan, yaitu bulan yang di dalamnya ada
suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan; bulan yang Allah telah
menjadikan puasanya suatu fardhu, dan qiyam di malam harinya suatu
tathawwu’."
"Barangsiapa mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu pekerjaan
kebajikan di dalamnya, samalah dia dengan orang yang menunaikan suatu
fardhu di dalam bulan yang lain."
"Ramadhan itu adalah bulan sabar, sedangkan sabar itu adalah
pahalanya surga. Ramadhan itu adalah bulan memberi pertolongan ( syahrul
muwasah ) dan bulan Allah memberikan rizqi kepada mukmin di
dalamnya."
"Barangsiapa memberikan makanan berbuka seseorang yang berpuasa,
adalah yang demikian itu merupakan pengampunan bagi dosanya dan
kemerdekaan dirinya dari neraka. Orang yang memberikan makanan itu
memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa tanpa sedikitpun
berkurang."
Para sahabat berkata, "Ya Rasulullah, tidaklah semua kami memiliki
makanan berbuka puasa untuk orang lain yang berpuasa. Maka bersabdalah
Rasulullah saw, "Allah memberikan pahala kepada orang yang memberi
sebutir kurma, atau seteguk air, atau sehirup susu."
"Dialah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya ampunan dan
akhirnya pembebasan dari neraka. Barangsiapa meringankan beban dari
budak sahaya (termasuk di sini para pembantu rumah) niscaya Allah
mengampuni dosanya dan memerdekakannya dari neraka."
"Oleh karena itu banyakkanlah yang empat perkara di bulan Ramadhan;
dua perkara untuk mendatangkan keridhaan Tuhanmu, dan dua perkara lagi
kamu sangat menghajatinya."
"Dua perkara yang pertama ialah mengakui dengan sesungguhnya bahwa
tidak ada Tuhan selain Allah dan mohon ampun kepada-Nya . Dua perkara
yang kamu sangat memerlukannya ialah mohon surga dan perlindungan dari
neraka."
"Barangsiapa memberi minum kepada orang yang berbuka puasa, niscaya
Allah memberi minum kepadanya dari air kolam-Ku dengan suatu minuman
yang dia tidak merasakan haus lagi sesudahnya, sehingga dia masuk ke
dalam surga."
Maybe surrounded by
A million people I
Still feel all alone
I just wanna go home
Oh I miss you, you know
And I’ve been keeping all the letters that I wrote to you
Each one a line or two
“I’m fine baby, how are you?”
Well I would send them but I know that it’s just not enough
My words were cold and flat
And you deserve more than that
Home - Michael Bublé
Hehehe… kemarin dapet "kiriman" dari si aa‘, gaya narsis di helipadnya wisma mulia… duuuh, posenya ga nahan xixixixi… tapi meuni kasep… :p
hi kasep.. *winks-winks*
tadinya mau diposting di blog ini, cuman berhubung ada yg memohon2 banget :p.. (plus saya-nya takut dimusuhi artis *halaah*) akhirnya batal deh… hihihi..
dipasang diblog ga boleh, tapi boleh kan klo saya cetak trus dipajang dikamar, sambil di-aku2 aaah… "ini loh pacar saya" — **doooh ngareeep….mimpi kali yeee..**
lagi suka sama lagu nidji yang hapus aku... gw banget gitu loh.. hihihi…
terutama pas bait: "yakinkan aku Tuhan…dia bukan milikku..biarkan waktu..hapus…"
Hapus Aku -
Nidji
Kutuliskan
kesedihan
Semua tak bisa kau ungkapkan
Dan kita kan bicara dengan
hatiku
Buang semua
puisi
Antara kita berdua
Kau bunuh dia sesuatu
Yang kusebut itu
cinta
Reff:
Yakinkan
aku Tuhan
Dia bukan milikku
Biarkan waktu waktu
Hapus
aku…
Sadarkan aku
Tuhan
Dia bukan milikku
Biarkan waktu waktu
Hapus aku…
saya mencoba meyakinkan diri bahwa dia bukan untukku..berusaha menepis bayang, menghiraukan angan — tapi tetap ga bisa………karena saya tau pasti bakal gimana ini berakhir… not a happy ending story..
S-ku sayang… bantulah aku melupakan mu..
yakinkan diriku bahwa kau bukan untukku..
sadarkan aku bahwa kau bukan milikku..
Met Ultah ya Paps’ ku tersayang
semoga tambah sukses dalam mengisi hari
bertambah ketakwaan terhadap Illahi
selamat menikmati hari pensiun **duh, jadi pengen pensiun juga hihihi**
doain
moga anak2nya bisa "menyenangkan hati - mendamaikan jiwa" , bisa sukses
dan yang penting doain moga cepet ketemu soulmate-nya… ;)) — ** intinya sih biar cepet married lah**
Love you a lot Pap’s.
happy 56′ belated b’day
Yang
Sempurna Yang Terpilih
Masih ingat jaman dulu ketika duduk di bangku
Taman Kanak-Kanak? Setiap menjelang pulang para guru berdiri di depan dengan
kalimat yang khas, Siapa yang duduknya paling rapih pulang duluan, seketika
seluruh kelas hening tak bersuara, duduk dengan sikap paling sempurna, mulut
tertutup rapat dengan tangan kanan dan kiri saling menindih di atas meja.
Berdebar-debar menunggu siapa yang dinilai paling sempurna sikapnya dan
disebutkan namanya untuk dibolehkan keluar kelas paling pertama. Ketika nama
saya tak disebut, melainkan nama yang lain, saya mencoba lebih menyempurnakan
sikap. Mungkin saja posisi tubuh saya belum tegap, atau tangannya tidak terlipat
sempurna.
Tak hanya saya, teman lain yang tak dipanggil hingga panggilan
kesekian pun semakin gelisah sambil terus memperhatikan letak duduk, posisi
tubuh, hingga mata yang ditahan-tahan tak berkedip untuk menunjukkan sikap
sempurna. Barulah senyum mengembang ketika nama disebut sambil melirik ke arah
bangku kelas, karena ternyata masih ada beberapa teman tertinggal di belakang.
Bangga sedikit boleh, tapi belum puas karena tidak menjadi yang paling sempurna.
Keesokan harinya, ketika masuk kelas sudah berpikir untuk bersiap-siap
jika menjelang pulang nanti harus bersikap jauh lebih baik, jauh lebih sempurna
dari kemarin. Alhasil, meski tidak juga menjadi yang pertama, tetapi lebih baik
dari kemarin. Terus hingga hari berikutnya pun sikap sempurnanya diperbaiki lagi
hingga pada suatu hari mendapat kesempatan untuk keluar kelas urutan pertama.
Bangga, pasti. Senang, jelas. Karena dari hari ke hari berupaya untuk menjadi
yang paling sempurna tercapai di hari itu.
Di lain masa dan di lain
tempat, hukum kesempurnaan itu terus berlaku. Teringat saat mengaji di kampung,
Pak Ustadz akan mengizinkan para santri pulang ke rumah setelah menghapal salah
satu Surah pendek yang sudah ditentukan satu hari sebelumnya. Siapa yang sudah
hapal dipersilahkan maju untuk diuji. Lancar dan bagus bacaannya, boleh pulang.
Jika terbata-bata, silahkan duduk dan pelajari lagi sambil menunggu giliran
berikutnya. Bagi yang tidak hapal, harap pasrah pulang paling akhir plus dengan
sedikit omelan Pak Ustadz.
Setiap kali seorang santri tengah diuji
hapalannya, santri yang lain komat-kamit menghapal, sementara lainnya
memperhatikan bacaan santri yang sedang diuji sambil berdebar-debar menunggu
giliran. Santri yang sudah teruji, tak jarang menjadi contoh dan dipuji Pak
Ustadz. Bangga, tentu saja lantaran hari itu ia menjadi yang pertama mampu
melewati ujian. Seorang teman satu pengajian pernah mengisahkan kegembiraannya
setelah terpilih mewakili pengajian kami untuk lomba hifdzil quran (hapalan
quran). Meski pun tidak menang dalam perlombaan itu, terpilh untuk mewakili
pengajian kami pun sudah prestasi luar biasa baginya.
Hukum kesempurnaan
ini akan berlaku kapan pun dan di mana pun. Kesempurnaan dimaksud adalah bukan
titik puncak dari apa yang bisa dilakukan seseorang. Melainkan sebuah upaya
maksimal yang mampu diusahakan, ianya diperoleh melalui proses panjang yang
melelahkan. Kesempurnaan bisa dicapai dengan akal pikiran, kerja keras yang tak
kenal menyerah. Seorang siswa terpilih menjadi siswa teladan bukan hanya karena
nilainya tertinggi, melainkan juga dinilai dari aspek lainnya seperti sikapnya
terhadap guru dan teman, kepemimpinannya di kelas, kedisiplinan, kerapihan,
kebersihan, dan kecakapan lainnya yang di atas rata-rata teman satu sekolahnya.
Seorang karyawan di sebuah perusahaan akan mendapat promosi bukan saja
karena hasil kerjanya yang memuaskan selama satu tahun. Para atasannya juga
melihat kedisplinan serta hubungan baiknya dengan sesama karyawan sehingga mampu
menciptakan semangat kerja sama yang bagus. Sama halnya dengan orang tua yang
tak segan-segan memberi hadiah kepada anaknya yang rajin, cerdas dan taat
menjalankan perintahnya.
Karenanya, berusahalah terus untuk menjadi
lebih baik dan lebih sempurna. Kalau kita bisa menapak anak tangga ke seratus,
kenapa harus berhenti di anak tangga ke tujuh puluh? Kalau sanggup mendaki Mount
Everest, kenapa hanya bukit kecil? Kalau sanggup menyelesaikan dua-tiga
pekerjaan dalam sehari, kenapa hanya satu? Kalau sanggup mendapat nilai A dalam
ujian, kenapa hanya berusaha mendapatkan B?
Allah itu sempurna, maka
dekatilah Dia dengan cara yang sempurna. Sebagai hamba kita harus beribadah dan
bekerja secara sempurna. Perbaikilah semua yang masih bisa diperbaiki,
sempurnakan segala yang seharusnya bisa lebih sempurna. Bukankah orang-orang
yang akan menghuni surga Allah adalah orang-orang terpilih? Jadilah sempurna,
agar kita menjadi orang-orang terpilih. Insya Allah
(bayu gawtama/milist: livingschool_community@yahoogroups.com)
wah… dah lama juga ga corat-coret disini, sebenarnya sih baru beberapa hari yg lalu saya posting tulisan, tapi sepertinya bukan tulisan yg benar2 saya tulis, tapi tulisan yg saya ambil dari (entah) milis atau majalah online, atau artikel… ga tau kenapa akhir2 ini saya seperti kehabisan waktu, dan waktu seperti tidak bersahabat dengan saya. Ada apa dengan waktu?
Pun ketika temen lama saya menelpon kmrn, sebenarnya berita gembira yg dia sampaikan, yupps… akhirnya dia menikah juga —- minta alamat rumah saya krn dia pengen ngirim undangan…. saya cuman berjanji akan ngasih detailnya via sms… tapi sampai saat ini saya pun belum memenuhi janji yg saya buat… gara2 nomor saya diblokir —- telat bayar :( pdhal teknologi sudah memungkinkan untuk apa aja, tapi tetap aja saya blom sempat buat melunasi tagihan pembayaran… duuh, ada apa dengan waktu?
Apakah saya yg malas, atau saya terlalu terjebak dengan rutinitas? kayaknya sang waktu yg perlu disalahkan… gara2 berlalu terlalu cepat…
hmmm…. benarkah demikian?
"semoga saya bukan termasuk orang yg merugi"
—- Yang udah punya pasangan, let’s think about
it (tapi jangan karena e-mail ini jadi asal2an ya). Bagi yang belum punya, kita
semua doain supaya cepat menemukan pujaan hatinya —
(dari milis sebelah)