Archive for November, 2005

Menunggu Pagi..

Wednesday, November 30th, 2005

Hmm… dah jam 5.28 WIB, tp masih terjebak di "somewhere" that we called "office", walau berstatus sebagai FREELANCER, tetap aja masih ada BEBAN dan TANGGUNG JAWAB, tambah lagi setiap senin-rabu ada training MS. Office, yg diajarnya orang2 yg dah lumayan berumur, agak alot jg ngajarnya harus extra SABAR.. untung ada partner yg bisa diandalkan. ya, lumayan deh ngisi waktu luang dan DIBAYAR..hehehe… Jz yg rada sewot waktu dia nanya berapa bayarannya dan gw jawab "…ya cukuplah buat beli PDA.." hahahahaha… jangan sewot Jz, let’s come and join me..

Buat gw uang itu bukan buat senang2.. tp buat nabung, persiapan buat yg lebih penting.. MARRIED misalnya, ya walau gw cewe’ tp gw ga mau sepenuhnya tergantung sama orang… ga hanya sama ortu tp sama siapa aja.. prinsip gw sih lebih baik gw yg nolong orang dari pada ditolong orang.. ada yg sewot jg sih dg kemandirian gw ini, but mau gimana lagi, itulah gw.. yup IT’s ME.

Agak santai sekarang, masing2 pada sibuk ngerjain latihan, Iwan my partner yg ngasih pengarahan, sementara gw (hihihihi…) bikin blog.. ga deh, gw ngebantuin jg, gila apa mau makan GAJI BUTA. At least sampa 1 jam kedepan kita bisa SANTAI, browsing and Chatting.

Sebenarnya sih judul diatas ga tepat, tp kebetulan sambil denger lagunya PeterPan - Menunggu Pagi, so.. ga ada salahnya kan gw pake buat judul blog gw kali ini..

“Can’t Smile Without U…- Buat Sandy”

Wednesday, November 30th, 2005

Sandy, maafin aku soal yg kemarin yaaa… beneran kok cuman bercanda, jangan marah dong, jd bingung nih kalo Sandy diam gitu…say something please. My days will be so empty without U.. hiks.. cos I can’t smile without U…(beneran…)

***

You know I can’t smile without you
I can’t smile without you
I can’t laugh and I can’t sing
I’m finding it hard to do anything

you came along just like a song
and brighten my day
who would have believed that you where part of a dream
now it all seems light years away

and now you know I can’t smile without you
I can’t smile without you
I can’t laugh and I can’t sing
I’m finding it hard to do anything

you see I feel sad when your sad
I feel glad when you’re glad
if you only knew what I’m going through
I just can’t smile

now some people say happiness takes so very long to find
well, I’m finding it hard leaving your love behind me

and you see I can’t smile without you
I can’t smile without you
I can’t laugh and I can’t sing
I’m finding it hard to do anything

you see I feel glad when you’re glad
I feel sad when you’re sad

if you only knew what I’m going through
I just can’t smile without you

you see I feel sad when you’re sad
I feel glad when you’re glad
if you only knew what I’m going through
I just can’t smile without you

***

Have U ever….

Tuesday, November 29th, 2005
Pernahkah kamu merasakan, bahwa kamu mencintai seseorang,
meski kamu tahu ia tak sendiri lagi, dan..
meski kamu tahu cintamu mungkin tak berbalas,
tapi kamu tetap mencintainya

Pernahkah kamu merasakan, bahwa
kamu sanggup melakukan apa saja demi seseorang yang kamu cintai,
meski kamu tahu ia takkan pernah peduli ataupun
ia peduli dan mengerti, tapi ia tetap pergi

Pernahkah kamu merasakan hebatnya cinta,
tersenyum kala terluka, menangis kala bahagia,
bersedih kala bersama, tertawa kala berpisah

Aku pernah………

Aku pernah tersenyum meski kuterluka karena kuyakin
Tuhan tak menjadikannya untukku

Aku pernah menangis kala bahagia, karena kutakut
kebahagiaan cinta ini akan sirna begitu saja

Aku pernah tertawa saat berpisah dengannya,
karena sekali lagi, cinta tak harus memiliki, dan
Tuhan pasti telah menyiapkan cinta yang lain untukku

Aku juga pernah bersedih kala bersamanya, karena kutakut
aku kan kehilangan dia suatu saat nanti, dan……

Aku tetap bisa mencintainya,
meski ia tak dapat kurengkuh dalam pelukanku,
karena memang cinta ada dalam jiwa

Semua orang pasti pernah merasakan cinta..
baik dari orang tua… sahabat.. kekasih dan akhirnya
pasangan hidupnya

Buat temanku yg sedang jatuh cinta.. selamat yah..
karena cinta itu sangat indah Semoga kalian selalu berbahagia

Buat temanku yg sedang terluka karena cinta…
Hidup ini bagaikan roda yang terus berputar,
satu saat akan berada di bawah dan hidup terasa begitu sulit,
tetapi keadaan itu tidak untuk selamanya,
bersabarlah dan berdoalah karena cinta yang lain akan datang dan menghampirimu

Buat temanku yang tidak percaya akan cinta…
buka hatimu jangan menutup mata akan keindahan yang ada di dunia
maka cinta membuat hidupmu menjadi bahagia

Buat temanku yang mendambakan cinta.. bersabarlah..
karena cinta yang indah tidak terjadi dalam sekejap..
Tuhan sedang mempersiapkan segala yang terbaik bagimu

Buat temanku yang mempermainkan cinta….
Sesuatu yang begitu murni dan tulus bukanlah untuk dipermainkan
Cinta bukan suatu kehampaan
Semoga kalian berhenti mempermainkan cinta
dan mulai merasakan kebahagiaan yang seutuhnya .

___ YOU ___

Friday, November 25th, 2005

- YOU -     Basil Valdez

You give me hope
the strength and will to keep on
No one else can make me feel this way
And only you can bring out all the best I can do
I believe you turn the tide
and make me feel real good inside

You push me up
When I’m about to give up
You’re on my side
When no one seems to listen
And if you go, you know the tears can’t help but show
You break this heart and tear it apart
and suddenly the madness starts

It’s your smile, your face, your lips that I miss
Your sweet little eyes that stare at me
And make me say, I’m with you through all the way
Coz it’s you who fills the emptiness in me
It changes everything you see
When I know I’ve got you with me

***

dedicated to : My One and Only.. have a happiest b’day ever in this December - May Allah blessed in all the way u take- Amiiiien…..

Me - U = Blue

Friday, November 25th, 2005
Me Minus U equals Blue  -  Glenn Medeiros
 

With all my heart, I pledge my love forever
You've got my word, you and I will always be together
There maybe times, we have a disagreement
This love's too strong, to ever let it come between us

I would, I would keep this love alive Oh baby
I would, I would be cause otherwise

Me minus u equals blue
Can't imagine what I ever do
If it'd ever came to
Me minus u equals blue
I can't stand the thought I've lost so far
Like so many hearts being in the dark
It'll never be me minus u

Each day I learn, a little more about you
Then I know for sure, that I'd never wanna be without you
With all the stage of truth of this relation
Me without your love is such a sad equation baby

I would, I would keep this love alive Oh baby
I would, I would be cause otherwise

Me minus u equals blue
Can't imagine what I ever do
If it'd ever came to
Me minus u equals blue
I can't stand the thought I've lost so far
Like so many hearts being in the dark
It'll never be…

What we got can't get much better
I would never change a thing
Baby we're so good together
Then I'll never, never ever want it to be me

Me minus u equals blue
Me minus u equals blue
Can't imagine what I ever do
If it'd ever came to
Me minus u equals blue
I can't stand the thought I've lost so far
I want you in my life
I can't be without your love

Me minus u equals blue
Can't imagine what I ever do
If it'd ever came to
Me minus u equals blue
I can't stand the thought I've lost so far
I need you here with me

One Last Cry - Brain McKnight

Friday, November 25th, 2005
One Last Cry
My shattered dreams and broken heart
Are mending on the shelf
I saw you holding hands, standing close to someone else
Now I sit all alone wishing all my feeling was gone
I gave my best to you, nothing for me to do
But have one last cry

Chorus:
One last cry, before I leave it all behind
I’ve gotta put you outta my mind this time
Stop living a lie
I guess I’m down to my last cry

Cry……

I was here, you were there
Guess we never could agree
While the sun shines on you
I need some love to rain on me
Still I sit all alone, wishing all my feeling was gone
Gotta get over you, nothing for me to do
But have one last cry

Chorus:
One last cry, before I leave it all behind
I’ve gotta put you outta my mind this time
Stop living a lie
I know I gotta be strong
Cause round me life goes on and on and on
And on…..

I’m gonna dry my eyes
Right after I had my
One last cry

Chorus:
One last cry, before I leave it all behind
I’ve gotta put you outta my mind for the very last time
Been living a lie
I guess I’m down
I guess I’m down
I guess I’m down…
To my last cry…

on bended knee

Friday, November 25th, 2005

………

Can we go back to the days our love was strong
Can you tell me how a perfect love goes wrong
…….

Intro :
Anda sudah beli tiket untuk nonton konsernya Boyz II Men pada tanggal 2 Mei nanti ? Semoga yang sekarang ini nggak gagal lagi setelah sempat tahun lalu dibatalkan gara2 “travel warning” dadakan.
Entah disengaja atau tidak, kebetulan tema tulisan kita kali ini mengupas satu lagu hits dari empat orang penghuni vocal group ini. Setelah sukses single jawara “End of the road”, bisa dikatakan single kedua dari mereka ini pun nggak kalah ngetopnya, terlebih buat mereka yang punya kenangan diputus sang pacar dan pengen balik lagi. Ihik ihik…..

Putus ? Satu kata ini kadang tidak kita mengerti ketika kita rasa semua masa penjajakan yang ada lagi hangat-hangatnya. Padahal tujuan masih jauh, tetapi mengapa harus terhenti di persimpangan jalan. Alasan klasik seperti perbedaan agama, jurang status sosial, selisih umur, dan adanya konflik keluarga mungkin masih bisa kita mengerti sebagai dalih putusnya hubungan. Lha, ketika suatu hubungan dirasa begitu sempurna tetapi mengapa satu kata yang menyakitkan itu akhirnya mesti terlontar juga dari mulutnya ?
Kususuri lagi jalan2 memori saat kita bersama, mencari suatu alasan yang masuk akal adakah kesalahan yang telah kuperbuat untuknya menjadikan semua harapan itu musnah ? Sayangnya ia tidak mau jujur untuk memberitahukan apa penyebab segalanya harus diakhiri, sehingga aku tersiksa oleh tebak-tebakan diriku sendiri.
Apakah aku kurang perhatian padanya, kurang pantas untuknya, atau ada maksud lain dibalik itu semua ? Atau salahkah aku terlalu mencintainya ? Berlebihankah bila aku cemburu pada semua teman2 prianya ? Tak tahukah dia bahwa jauh di dalam batinku, hati ini pun ikut terluka ?

Maafkanlah bila ku selalu / membuatmu marah dan benci padaku
Kulakukan itu semua / hanya tuk membuatmu bahagia
Mungkin ku cuma tak bisa pahami / bagaimana cara tunjukkan maksudku
Aku cuma ingin jadi / terbaik untukmu
……

Lirik refrein dari lagu jawara dari grup Tangga di chart HIMpersada edisi minggu lalu ini kayaknya pas untuk mewakili perasaan tersebut. Mungkin kini dia tengah marah dengan segala perlakuanku, karena aku masih bodoh dan buta soal menjaga hati.
Maafkan bila aku keliru memahami itu semua, yang hanya aku inginkan cuma untuk melihatmu tersenyum bahagia, menjalin kembali jejak2 nostalgia yang tersisa, dan merajut harapan indah bersamamu. Aku tidak butuh banyak alasan lagi untuk mencintaimu. Aku butuh dirimu. So, please don’t go / you would ruin my whole world…….

Can somebody tell me how you get things back  / The way they use to be
Oh God give me a reason / I’m down on bended knee
…….

source: HIMoments - himfiles@yahoo.com

…bekasi - hujan….

Friday, November 25th, 2005

Bekasi Hujan… dah mulai dari malem sih, tp sampe menjelang jam makan siang masih aja hujan.. kalo hari ini ga harus nganter2 sih mungkin gw masih diatas tempat tidur… dan juga berhubung hari ini harus ngantor, gara2 design web project gw yg ilang huhuhuhu… pengen nangis darah deh kemaren.. sayangnya ga bisa nangis, maluuuuu…. kalo dirumah sih gpp..hehehe…tp beneran kerjaan 2 minggu ilang begitu aja, mana dah dikejar2 client, so hari ini harus kerja rodi, masih ada 2 hari lagi sebelum senin, ya setidaknya beberapa halaman pun gpp yg penting bisa demo, siapa tau langsung dpt uang muka (wuaaah, muka cerah lagi neh…)

Dulu sih, biasanya kalo sabtu waktu jamannya kuliah, mau ga mau harus berangkat walau hujan badai sekalipun… apa yg bikin semangat.. hmm sebenarnya bukan kuliahnya but after class hour.. malem mingguan.. hihihihihi… tapi itu dulu… DULU BANGET (jadi inget sinetronnya Marcella sama Marcell.. kok namanya bisa samaan gitu yak?!).. dan pula karena kuliahnya cuman sabtu jd harus rajin2 masuk..kalo ga, walah bisa2 ketinggalan, .. catetan? hmm ga penting.. malem mingguannya yg penting :D 

Sampe kantor jam 9.30.. masih hujan, sempat kena hujan jg… ya paling2 senin sakit (ehmm, ini mah alesan gw doang biar ga ngantor hehehehe..)sebenarnya BALAS DENDAM, gara2 yang lain ga masuk.. huuhuhuhu.. gw ngantor sendiri, untung ada Nawireja yg OL, jd ditemenin deh.. thanks yaa..

Waks.. dah jam 12 lewat? pantes perut gw laper, dah waktunya makan ternyata.. makan dulu ah..and back to work.. mudah2an lancar n ga ILANG lagi … halah…

A P A (sih)- A R T I N Y A - C I N T A

Wednesday, November 23rd, 2005

A P A - A R T I N Y A - C I N T A Baru-baru ini ada seorang hamba Allah, meminta pendapat dari saya. Tanyanya pada saya ; "bagaimana kita tahu bila kita sudah jatuh cinta pada seseorang?" Wah, susah juga saya menjawabnya. Mungkin orang yang sedang bercinta lebih layak menjawab persoalan itu.

Saya memetik kata-kata Dr. HM Tuah : "Cinta itu boleh diartikan sebagai - selalu teringat dan terpikir dalam hati. Rasa itu kemudian terus ada, rindu, berharap-harap, terlalu suka, terlalu sayang atau sangat tertarik hatinya kepada seseorang". Istilah cinta tidak boleh dirumuskan melainkan harus dirasai, dialami dan dihayati sendiri dalam hidup.

Bagi saya, salah satu tanda jatuh cinta ialah apabila kita ada satu perasaan sanggup untuk melakukan apa saja dengan tulus, ikhlas. Dan apa saja yang kita lakukan itu, takkan pernah kita sesali pada masa akan datang (seandainya cinta itu bukan ditakdirkan untuk kita) . Tapi memang sudah seharusnya cinta itu sesuatu yang sangat subjektif dan luas ruang lingkupnya.

Cinta kepada Tuhan, kita sanggup bangun tengah malam untuk sholat atau membaca Quran sejam dua jam. Cinta kepada manusia, kita sanggup menempuh perjalanan dari utara ke selatan, selatan ke utara, naik bis berjam-jam, naik turun angkot, ojek, becak, bahkan jalan kaki, muter-muter..nyasar… hanya untuk sekadar berjumpa. (Tapi saya rasa, hal seperti itu pantas juga dilakukan oleh seorang sahabat yang baik. Karena ada waktunya nilai persahabatan lebih mahal dari cinta).

Karena cinta, semuanya akan jadi "tak apa" dan "tak mengapa". Apalagi, bila tiba-tiba selalu teringat akan kegemaran orang yang kita suka itu. Minum teh botol teringat, mau makan pun teringat. Jadi sentimentil..mendadak jadi romantis.. suka roman percintaan dan parahnya lagi jadi suka baca ramalan bintang.. hanya sekadar ingin tau apa sih yg dirasakan oleh pasangan kita…nah loooh.

Bila kita jatuh cinta, kadangkala kita bukan lagi kita yang dahulu. Kadangkala kita jadi ga jujur dengan; hati kita sendiri. Melanggar prinsip sendiri. Seperti masuk black hole, kata orang. Gelap, kita pun seolah "buta". Bila kita jatuh cinta, dan mulai bercinta, artinya kita harus membagi kasih sayang yang kita pada pasangan. Bagian-bagian dalam hati kita semakin kecil. Kita juga terpaksa membuat pilihan pada waktu tertentu. Memilih waktu untuk kekasih, sahabat, famili, atau mungkin kehendak diri sendiri.

Cerita ttg cinta, takkan ada habisnya. Tetapi cerita inilah yang takkan pernah bosan untuk diceritakan, difikirkan. Kerana setiap hari kita melihat, bertemu dan menunjukkan rasa cinta. Apapun, semua di atas, hanyalah pendapat saya. Contoh perilaku yang saya nyatakan juga –bukan bermaksud untuk menggurui, semuanya berdasarkan pengalaman saya sendiri.

Yang pasti, cinta menuntut pengorbanan yang tidak sedikit. Sudah semestinya kita akan merasakan deritanya, sebelum merasa bahagianya.

“__titik terlemah__”

Tuesday, November 22nd, 2005

Kita Diuji pada Titik Terlemah

-Saya mempunyai seorang teman yang istimewa. Keistimewaannya bukan pada penampilan fisik yang menawan atau karir yang menjulang, namun pada kemampuannya memahami hikmah dari berbagai peristiwa yang dialaminya. Sepintas, kisah hidupnya terlihat tak berbeda dengan manusia pada umumnya, namun Allah SWT memberikan karunia kecerdasan mata hati padanya untuk dapat mengambil pelajaran yang bisa mencerahkan dirinya maupun rekan-rekan yang ia ceritakan.

Kisah hidupnya kali ini juga demikian. Suatu pagi ia pergi ke sebuah toko untuk membeli roti dan susu bagi kedua anaknya. Letak tokonya agak jauh dari rumah, sehingga perlu waktu sekitar 15 menit berjalan kaki. Ia menyusuri sepanjang jalan setapak yang masih sepi sambil merenung. Terngiang kembali ingatannya pada taushiyah pak Ustadz di pengajian akhir pekan lalu:

"Manusia hidup di dunia ini tak terlepas dari ujian Allah SWT yang menciptakannya. Karakteristik ujian itu, kita diuji justru pada titik terlemah. Waktu atau kondisi kita lemah sebenarnya adalah saat-saat di mana kita membutuhkan atau mencintai sesuatu tetapi apa yang dibutuhkan atau dicintai itu sedang tidak dimiliki atau kurang dari yang dibutuhkan, sehingga kita tergerak untuk mengusahakannya. Pada saat itulah justru Allah menguji kita apakah kita percaya penuh dan berserah diri kepada-Nya atau melakukan sesuatu yang tidak diridhai-Nya."

"Contohnya pada kisah Nabi Ibrahim as. Beliau sangat menyayangi puteranya Ismail as. Tapi Allah SWT malah menyuruh beliau untuk menyembelihnya (QS Ash Shaaffaat 37: 100 – 111)."

"Kemudian dalam Perang Ahzab di mana pasukan muslim yang dipimpin Rasulullah SAW dikepung dari segala penjuru oleh tentara sekutu kaum kafir. Namun Allah SWT justru menguji para muslimin itu dengan udara yang sangat dingin dan kekurangan makanan (QS al-Ahzab 33: 9-25)."

Merasa tergugah dengan taushiyah itu, teman saya lalu mencoba untuk ber-muhasabah di mana kira-kira titik terlemah pada dirinya, sehingga Allah SWT akan mengujinya. "Entahlah. Tapi yang jelas saat ini saya sedang membutuhkan biaya yang cukup besar. Anak saya yang bungsu akan masuk SD bulan depan. Tentunya saya perlu membayar uang pangkal, uang pakaian seragam, uang buku…" Pikirannya lantas terhanyut pada berbagai rencana yang akan dilakukannya untuk memenuhi kebutuhan itu.

Tiba-tiba sorot matanya tertumbuk pada sesuatu yang tergeletak di jalan. Perhatiannya seketika mengerucut. Benda itu berupa selembar kertas, agak kusam. Mungkin habis terinjak sepatu orang yang lalu lalang di situ. Tanpa sadar dipungutnya kertas lusuh itu. Masya Allah, matanya membelalak tak percaya. Kertas itu adalah uang seratus ribu rupiah. Ia tercenung sejenak, dan dalam hitungan detik, uang itu sudah dibersihkannya dari debu dan berada dalam saku bajunya. Hatinya mekar, serasa mendapat durian runtuh. Setengah bersenandung, ia berbinar-binar meneruskan perjalanan ke toko dan tak ingat lagi pada apa yang direnungkannya semenit yang lalu.

Namun sewaktu akan membayar pembelian roti dan susu di kasir toko, tiba-tiba hatinya berbalik menjadi gelisah, "Uang temuan ini halal atau haram ya?" Apakah ini yang dimaksudkan dalam QS Ath-Thalaaq 65: 3, “Wa yarzuqhu min haitsu laa yahtasibu”, bahwa Allah dapat mendatangkan rezki dari arah yang tidak disangka-sangka. Mungkin Allah berkenan memberikan sebagian rezki-Nya.

Tapi, mengapa hatinya tak kunjung merasa tenang. Pikirannya terus berkecamuk, “Bagaimana kalau pemilik uang itu kembali ke tempat itu dan mencari uangnya yang jatuh? Bagaimana kalau uang itu akan dibelanjakan untuk membeli roti dan susu bagi anak-anaknya? Atau jika uang itu merupakan hasil jerih payahnya selama sebulan penuh dan tidak ada penghasilan lainnya?”

Akhirnya ia menyerahkan uang miliknya sendiri ke kasir dan keluar dari toko dengan hati yang bergulat hebat. Keringatnya mengucur membasahi bajunya. Ia mencoba untuk mengingat-ingat ayat Al-Qur’an atau Hadits, mungkin ada yang bisa dijadikan petunjuk baginya untuk mengambil keputusan dengan tepat. Menurutnya, apapun keputusannya, yang paling penting adalah mendapat ridha Allah SWT.

Alhamdulillah, akhirnya ia mendapat petunjuk berupa sebuah Hadits Rasulullah dari An-Nawas bin Sam’an ra.: “Kebaikan itu adalah akhlak yang baik dan dosa adalah apa-apa yang meragukan jiwamu dan engkau tidak suka dilihat orang lain dalam melakukan hal itu."

Ya Allah, ternyata jiwanya yang ragu-ragu dan gelisah adalah cerminan dari perbuatan dosa yang telah ia lakukan. Jadi, jelas uang temuan itu hukumnya haram jika ia manfaatkan untuk kepentingan pribadinya, tanpa berusaha untuk mencari pemiliknya terlebih dahulu. Ingatannya kembali pada renungannya pagi tadi. “Kita diuji oleh Allah SWT justru pada titik terlemah. Astaghfirullah. Rupanya, titik terlemah saya saat ini adalah yang berkaitan dengan uang."

Keputusannya kini telah bulat. Prinsipnya, uang itu harus segera dikembalikan pada pemiliknya. Tapi bagaimana ia tahu siapa pemiliknya? Sepertinya hanya Allah Yang Maha Melihat saja yang tahu. Akhirnya, tanpa banyak pikir lagi, dia bergegas ke tempat ditemukannya uang itu. Diletakkannya kembali lembaran kertas berharga itu di trotoar sambil berdoa, "Ya Allah, jika Engkau ridhai, hamba mohon kembalikan uang ini pada pemiliknya. Atau mungkin Engkau punya kebijaksanaan untuk menguji hamba-Mu yang lain,"

Teman saya itu kemudian memandangi uang itu dari kejauhan. Hatinya kini sudah sangat tenang dan lega. Alhamdulillah. Hampir saja ia tergelincir pada perbuatan dosa. Nyaris ia gagal dalam menempuh ujian yang diberikan oleh Allah SWT.

Tapi satu pelajaran berharga telah berhasil dipetiknya hari ini: "Kita diuji oleh Allah SWT justru pada titik terlemah yang kita miliki,"

Wallahu a’lam bisshowwab