Siti Nurhaliza

Mendadak dikantor saya, orang2 jadi membicarakan Siti Nurhaliza bahkan menyetel lagunya. gara2nya ada rumor (eh, mungkin bukan rumor lagi, kan dimuat di detik.com, jum’at lalu) kalo sang diva malaysia ini akan diperistri oleh seorang duda beranak 3… Mereka (rekan2 kantor saya yg mayoritas kaum adam) merasa shock dan terkejut akan berita ini… PATAH HATI, itu istilah yg tepat.. pendapat mereka, "..kok mau2nya yah sama duda, dah punya anak 3 pula.."

Ugh..so what gitu looh? itu opini pertama saya menanggapi komentar mereka, "Mungkin aja para lajang-ers ngga berani ngelamar si Siti, makanya diserobot sama duda." saya menambahkan.. lalu ada komentar lagi "Dasar cewe’.. MATRE!!!" , kok? jadi kesana arahnya "Kalo ngga matre ngga bisa hidup," begitu timpal saya.

Kenapa sih setiap orang yang menerima pinangan dari seseorang yang umurnya lebih (baca: jauh) diatas dan punya materi berlebihan selalu diidentikkan dengan matre, sebenarnya ada yg menarik untuk diperbincangkan lebih jauh.. contoh nyata Nabi SAW aja menikah dengan Siti Khadijah, janda kaya.. sengaja digaris-bawahi, kenapa? apakah karena Nabi SAW matre? hmm.. tentunya bukan itu yg menjadi pertimbangan Rasulullah SAW untuk memilih Siti Khadijah menjadi istrinya, pertimbangan beliau yang utama, adalah guna memperluas syiar islam, karena dengan status dan kedudukan Siti Khadijah, semua visi dan misi Nabi SAW menjadi mungkin. (CMIIW)

SO…? masih berpikiran bahwa menerima pinangan dari orang yang "lebih" adalah karena materi semata? hmm.. better think it over again guys.. kalo kalian punya "keberanian" kenapa ngga meminang si Siti?

-

Leave a Reply