Archive for June, 2006

Kisah Si Belang, Si Botak, dan Si Buta yang Diuji Oleh Allah

Thursday, June 15th, 2006

Posted by: abusafar on Thursday, June 15, 2006 - 09:17 PM

Hudzaifah.org - Zaman dahulu kala, ada tiga orang Bani Israil. Orang yang pertama berkulit belang (sopak), yang kedua berkepala botak, dan yang ketiga buta. Allah ingin menguji ketiga orang tersebut. Maka Dia mengutus kepada mereka satu malaikat.

Malaikat mendatangi orang yang berpenyakit sopak (Si Belang) dan bertanya kepadanya, "Sesuatu apakah yang engkau minta?"

Si Belang menjawab, "Warna yang bagus dan kulit yang bagus serta hilangnya dari diri saya sesuatu yang membuat orang-orang jijik kepada saya."

Lalu malaikat itu mengusapnya dan seketika itu hilanglah penyakitnya yang menjijikkan itu. Kini ia memiliki warna kulit yang bagus. Kemudian malaikat itu bertanya lagi kepadanya, "Harta apa yang paling engkau sukai?"

Orang itu menjawab, "Onta."

Akhirnya orang itu diberikan seekor onta yang bunting seraya didoakan oleh malaikat, "Semoga Allah memberi berkah untukmu dalam onta ini."

Kemudian malaikat mendatangi si Botak dan bertanya kepadanya, "Apakah yang paling engkau sukai?"

Si Botak menjawab, "Rambut yang indah dan hilangnya dari diri saya penyakit yang karenanya aku dijauhi oleh manusia."

Malaikat lalu mengusapnya, hingga hilanglah penyakitnya dan dia diberi rambut yang indah. Malaikat bertanya lagi, "Harta apa yang paling engkau sukai?"

Orang itu menjawab, "Sapi."

Akhirnya si Botak diberikan seekor sapi yang bunting dan didoakan oleh malaikat, "Semoga Allah memberkahinya untukmu."

Selanjutnya malaikat mendatangi si Buta dan bertanya kepadanya, "Apa yang paling engkau sukai?"

Si Buta menjawab, "Allah mengembalikan kepada saya mata saya agar saya bisa melihat manusia."

Malaikat lalu mengusapnya hingga Allah mengembalikan padangannya. Si Buta bisa melihat lagi. Setelah itu malaikat bertanya lagi kepadanya, "Harta apa yang paling engkau sukai?"

Orang itu menjawab, "Kambing."

Akhirnya diberilah seekor kambing yang bunting kepadanya sambil malaikat mendoakannya.

Singkat cerita, dari hewan yang dimiliki ketiga orang itu beranak dan berkembang biak. Yang pertama memiliki satu lembah onta, yang kedua memiliki satu lembah sapi, dan yang ketiga memiliki satu lembah kambing.

Kemudian sang malaikat - dengan wujud berbeda dengan sebelumnya - mendatangi si Belang. Malaikat berkata kepadanya, "Seorang miskin telah terputus bagiku semua sebab dalam safarku, maka kini tidak ada bekal bagiku kecuali pertolongan Allah kemudian dengan pertolongan Anda. Saya memohon kepada Anda demi (Allah) Yang telah memberi Anda warna yang bagus, kulit yang bagus, dan harta, satu ekor onta saja yang bisa menghantarkan saya dalam safar saya ini."

Orang yang tadinya belang itu menanggapi, "Hak-hak orang masih banyak."

Lalu malaikat bertanya kepadanya, "Sepertinya saya mengenal Anda. Bukankah Anda dulu berkulit belang yang dijauhi oleh orang-orang dan juga faqir, kemudian Anda diberi oleh Allah?"

Orang itu menjawab, "Sesungguhnya harta ini saya warisi dari orang-orang tuaku."

Maka malaikat berkata kepadanya, "Jika kamu dusta, maka Allah akan mengembalikanmu pada keadaan semula."

Lalu, dengan rupa dan penampilan sebagai orang miskin, malaikat mendatangi mantan si Botak. Malaikat berkata kepada orang ini seperti yang dia katakan kepada si Belang sebelumnya. Ternyata tanggapan si Botak sama persis dengan si Belang. Maka malaikat pun menanggapinya, "Jika kamu berdusta, Allah pasti mengembalikanmu kepada keadaan semula."

Lalu malaikat - dengan rupa dan penampilan berbeda dengan sebelumnya - mendatangi si Buta. Malaikat berkata kepadanya, "Seorang miskin dan Ibn Sabil yang telah kehabisan bekal dan usaha dalam perjalanan, maka hari ini tidak ada lagi bekal yang menghantarkan aku ke tujuan kecuali dengan pertolongan Allah kemudian dengan pertolongan Anda. Saya memohon kepada Anda, demi Allah yang mengembalikan pandangan Anda, satu ekor kambing saja supaya saya bisa meneruskan perjalanan saya."

Maka si Buta menanggapinya, "Saya dulu buta lalu Allah mengembalikan pandangan saya. Maka ambillah apa yang kamu suka dan tinggalkanlah apa yang kamu suka. Demi Allah aku tidak keberatan kepada kamu dengan apa yang kamu ambil karena Allah."

Lalu malaikat berkata kepadanya, "Jagalah harta kekayaanmu. Sebenarnya kamu (hanyalah) diuji. Dan Allah telah ridha kepadamu dan murka kepada dua sahabatmu."

Demikianlah kisah ini, Allah senantiasa menguji hamba-hamba-Nya. Dan kita pun senantiasa diuji oleh-Nya. Dalam kisah tadi, ada dua hal yang menjadi bahan ujian, yaitu kesehatan/penampilan fisik dan harta. Mudah-mudahan kita adalah yang orang yang lulus ujian sebagaimana si Buta. Jika kita ingin seperti si Buta, maka kita harus berusaha menjadi bagian dari orang-orang yang bersyukur dan senantiasa merasakan adanya pengawasan Allah (muroqobatullah).

Semoga Allah senantiasa ridho kepada kita dan tidak murka kepada kita semua.. Aamiin. []

Maraji’: Hadits Riwayat Bukhari - Muslim

http://www.hudzaifah.org/Article381.phtml

empty

Friday, June 9th, 2006
Engkau telah diciptakan
berpasangan, dan
selamanya engkau akan berpasangan.
Bergandengan
tanganlah engkau hingga sayap-
sayap panjang nan lebar lebur dalam nyala,
dalam
ikatan agung yang menyatukan kalian.

Saling menataplah dalam
keharmonisan,
Bukan hanya menatap ke depan, tetapi melangkah
ke tujuan
semula engkau bercinta.

Berpasanganlah engkau karena tidak ada yang

benar-benar mampu hidup sendirian.
Berpasanganlah engkau dalam menikmati
alam,
karena alam dan karunia Tuhan terlampau luas
untuk dinikmati
sendirian.

Bersamalah engkau dalam setiap keadaan, karena
kebahagiaan
tersedia bagi mereka yang menangis,
Bagi mereka yang disakiti hatinya
Bagi
mereka yang mencari
Dan bagi mereka yang mencoba,
Karena merekalah yang
menghargai pentingnya
orang-orang yang pernah hadir dalam kehidupan

mereka.

Berikan hatimu namun jangan saling
menguasainya
Jika
tidak, kalian hanya mencintai pantulan diri
sendiri, yang kalian temukan
dalam dia.

Tegaklah berjajar namun jangan terlampau dekat.
Bukankah
tiang-tiang candi tidak dibuat terlalu rapat
Dan pohon cemara tidak tumbuh
dalam bayangan
masing-masing?

Berkasih-kasihlah, namun jangan
membelenggu cinta
Biarkan cinta mengalir dalam setiap tetesan
darah
Bagai mata air kehidupan yang gemerciknya
senantiasa menghidupi
pantai jiwa.
(jadi inget lirik Heaven Knows, "if u really love, u’ve

gotta set her free.. and if she returned in kind.. I’ll
know she’s
mine…)

Percayalah bahwa akan ada pasangan cinta dalam
hidup
mu
Belahan hatimu ada di luar sana.
Apabila cinta menggamitmu, ikutlah ia
walaupun
jalan-jalannya sukar dan curam
Apabila ia mengepakkan sayapnya,
serahkanlah
dirimu kepadanya, walaupun pedang yang tersisip
pada
sayapnya akan melukaimu.

Bagaimana Kau Mencatat Bencana

Saturday, June 3rd, 2006



Bagaimana kau mencatat bencana
yang
telah memusnahkan keriangan
mematikan ribuan orang
dan menjungkirbalikkan
kota kita?



Apa yang kau dapat dari gempa sekian skala richter
selain
mayat -mayat yang tak selalu bernama
isyarat kiamat, kenangan yang
pecah
di mata berjuta kita?



Lalu sambil menanam duka cita
kita
hitung lembar-lembar rupiah
yang bisa membuat jiwa
dan kota itu tetap
berdenyut



Seperti disentakkan kita pun ingat padaNya
yang selama ini
sering kita abaikan
kita tak berhenti menyebut-nyebut namaNya
hingga pias
wajah dan kering airmata



Bagaimana kau mencatat bencana?
Apa yang bisa
kau dapat dari gempa sekian skala richter?
Belum sampai kiamat.
Baru
sekadar panggilan, atau teguran
hujan hikmah, ketakberdayaan,
yang membawa
kita kembali
pada ingatan lebih tentangNya



Bagaimana kau mencatat
bencana?
Apa yang bisa kau dapat dari gempa?
Mungkin sebuah kesempatan
lagi
untuk pulang lebih dalam
pada kebesaran dan cintaNya.

Sumber:
Bagaimana Kau Mencatat Bencana oleh Abdurahman Faiz, Depok, 28 Mei
2006