Bagaimana Kau Mencatat Bencana
Bagaimana kau mencatat bencana
yang
telah memusnahkan keriangan
mematikan ribuan orang
dan menjungkirbalikkan
kota kita?
Apa yang kau dapat dari gempa sekian skala richter
selain
mayat -mayat yang tak selalu bernama
isyarat kiamat, kenangan yang
pecah
di mata berjuta kita?
Lalu sambil menanam duka cita
kita
hitung lembar-lembar rupiah
yang bisa membuat jiwa
dan kota itu tetap
berdenyut
Seperti disentakkan kita pun ingat padaNya
yang selama ini
sering kita abaikan
kita tak berhenti menyebut-nyebut namaNya
hingga pias
wajah dan kering airmata
Bagaimana kau mencatat bencana?
Apa yang bisa
kau dapat dari gempa sekian skala richter?
Belum sampai kiamat.
Baru
sekadar panggilan, atau teguran
hujan hikmah, ketakberdayaan,
yang membawa
kita kembali
pada ingatan lebih tentangNya
Bagaimana kau mencatat
bencana?
Apa yang bisa kau dapat dari gempa?
Mungkin sebuah kesempatan
lagi
untuk pulang lebih dalam
pada kebesaran dan cintaNya.
Sumber:
Bagaimana Kau Mencatat Bencana oleh Abdurahman Faiz, Depok, 28 Mei
2006
June 3rd, 2006 at 1:42 am
bencana datang karena kita lupa. lupa siapa yang memberikan semuanya, yaitu tuhan
June 9th, 2006 at 7:43 pm
maka dari itu , banyak2nya mengingat-NYA