Mereka yang dicari malaikat

July 7th, 2006 by devhoy

Setiap hari ada beberapa malaikat yang berkeliling menyusuri jalan-jalan
dibumi. Mata mereka awas dan pikiran mereka terkonsentrasi mencari orang-orang
yang berdzikir.

Ada sebuah kisah anekdot sufi yang cukup masyhur. Pelaku kisah ini tak lain adalah Nasrudin. Laki-laki yang
terkenal suka bertingkah anaeh namun memiliki hati yang ikhlas. Suatu ketika
berniat pergi ke pasar Baghdad. Saat tiba disana dan melihat bagaimana ramainya
orang berseliweran, timbulah rasa cemas dihatinya. “ demikian ramai orang
disana, bagaimana nanti kalau aku hlang?” ujarnya kepada temannya.

Teman Nasrudin tersentak mendengar keluhan itu dan berpikir ada benarnya
juga kecemasan itu. “aku ada akal,” ujar teman Nasrudin setelah berpikir ada
lama. “agar kau tak hilang, ikatkan saja balon ke kakimu, gampangkan,” usulnya senang

Menurut teman Nasrudin tersebut , jika nanti Nasrudin benar-benar hilang
dipasar, tinggal cari saja siapa yang dikakinya ada balon maka itulah Nasrudin.
Saran itu diterima baik oleh Nasrudin. Ia pun lalu mengambil balon dan
mengikatnya dipergelangan kakinya. Dengan percaya diri Nasrudin pun memasuki
pasar Baghdad.

Seelah berkeliling agak lama, Nasrudin merasa lelah dan tertidur. Ketika
terbangun, Nasrudin kaget luar biasa karena dikakinya sudah tak ada lagi balon yang terikat.

“aku hilang, aku hilang…..” katanya galau. Tapi kepanikan itu hanya
berlangsung beberapa saat saja. Hari Nasrudin kembali lega setelah melihat
sesosok laki-laki tengah tertidur pulas dengan balon yang terikat.

Aku hilang…aku hilang..”, katanya galau. Tapi kepanikan itu hanya
berlangsung beberapa saat saja. Hati Nasrudin kembali lega setelah melihat
sesosok laki-laki tengah tertidur pulas dengan balon yang terikat dikakinya.
“Uh, hampir saja aku hilang,” ujarnya sambil menarik napas lega.

Namun baru saja kelegaan melanda hatinya Nasrudin kembali tersentak. “kalau
orang yang tidur itu adalah Nasrudin, masya Allah….lalu siapa saya?”

Mengenal Allah

Banyak sekali hikmah yang dapat kita petik dari kisah ini. Sekalipun terdengar
bodoh, tapi ketakutan Nasrudin sebenarnya adalah ketakutan hakiki manusia. Saat
pertama kali mata manusia terbuka ketika dilahirkan, manusia sebenarnya sudah
memulai perjalanannya ke dunia yang tak ada bedanya dengan perjalanan menuju
pasar yang riuh dan padat di kota Baghdad. Siapa bias menjamin dipasar yang tak
dikenali itu dengan segala hal yang ada didalamnya yang entah menyenangkan atau
mengancam, seseorang tak akan hilang, terjebak dan ujungnya meraih penderitaan?

Karenanya kita butuh pegangan dan pedoman, dan nasrudin memilih mengikatkan
balon ke kakinya sebagai pedoman baginya. Dengan pedoman itu, nasrudin
mengarungi pasar dengan percaya diri. Tapi kemudian kita ketahui tak selamanya
pedoman itu bisa menyelesaikan masalah. Malah pedoman itulah yang menghadirkan
masalah baru seperti yang dialami nasrudin. Ia kebingungan setelah menemukan
orang dengan balon terikat dikakinya yang kemudian disimpulkan sebagai dirinya,
sementara ia tak tahu lagi siapa dirinya.

Man arofa nafsahu arofa robbahu, siapa yang mengenal dirinya maka ia akan
mengenal Tuhannya. Itulah hikmah terbesar yang dapat kita petik dari kisah ini.
Kesungguhan menghayati kemanusianlah yang membawa seseorang mengenal Tuhan.
Kesadaran bahwa kita adalah mahluk yang fana dan terbatas , tak kekal dan lemah
serta perlu pada Allah SWT sebagai zat yang maha besar dan maha kuasa yang
membuat seseorang menyadari kekuasaan-Nya dan dengan rela mengabdi pada-Nya.
Itulah pedoman tertinggi manusia yang
membuatnya tak akan hilang dan menderita dunia.

Lalu bagaimanakah meneguhkan hal itu di dada kita? Hal terbaik adalah
dengan berdzikir. Dengan berdzikir, kita menghadirkan Allah secara senantiasa
dalam hati kita. Dengan menghadirkannya terus menerus, kita juga akan semakin
mengenal kehambaan kita. Karenanya wajar jika Nabi SAW menyebut perumpaan orang
yang berdzikir dan yang tidak berdzikir sebagai orang yang hidup dan orang
mati. Hidup karena ada kesadaran dan pedoman yang jelas bagi perjalannya
didunia yang membuatnya selamat. Sedangkan yang tidak memiliki pedoman dan
kesadaran itu tak ubahnya seperti orang mati yang tak kuasa melakukan
perjalanan didunia dengan selamat.

Orang2 yang memiliki pedoman dengan berzikir inilah yang, sebagaimana
dikabarkan Iman Bukhari dalam shahihnya, yang dicari-cari malaikat. Mereka
jugalah yang kemudian menjadi objek pembicaraan antara Allah dan para malaikat
pencari itu sebagaimana dikisahkan oleh Nabi SAW.

“apa yang dilakukan hamba-hamba-KU ini,” kata Allah SWT kepada malaikat
itu.

“mereka bertasbih, bertakbir , bertahmid dan memberi pujian kepada-Mu,”
jawab malaikat.

“apakah mereka melihat-KU?”

“Tidak, demi Allah, mereka tidak melihat-MU.”

“bagaimana jika mereka melihat-KU?”

“seandainya mereka melihat-MU, niscaya mereka akan lebih sungguh2 beribadah
kepada-MU, lebih serius memuji-MU dan lebih banyak bertasbih kepada-MU.”

Dan Allah pun lalu berkata,” Aku persaksikan pada kalian bahwa aku telah
memberikan ampunan kepada mereka”.

Waallahu a’lamu bishshawab.

Kisah Si Belang, Si Botak, dan Si Buta yang Diuji Oleh Allah

June 15th, 2006 by devhoy

Posted by: abusafar on Thursday, June 15, 2006 - 09:17 PM

Hudzaifah.org - Zaman dahulu kala, ada tiga orang Bani Israil. Orang yang pertama berkulit belang (sopak), yang kedua berkepala botak, dan yang ketiga buta. Allah ingin menguji ketiga orang tersebut. Maka Dia mengutus kepada mereka satu malaikat.

Malaikat mendatangi orang yang berpenyakit sopak (Si Belang) dan bertanya kepadanya, "Sesuatu apakah yang engkau minta?"

Si Belang menjawab, "Warna yang bagus dan kulit yang bagus serta hilangnya dari diri saya sesuatu yang membuat orang-orang jijik kepada saya."

Lalu malaikat itu mengusapnya dan seketika itu hilanglah penyakitnya yang menjijikkan itu. Kini ia memiliki warna kulit yang bagus. Kemudian malaikat itu bertanya lagi kepadanya, "Harta apa yang paling engkau sukai?"

Orang itu menjawab, "Onta."

Akhirnya orang itu diberikan seekor onta yang bunting seraya didoakan oleh malaikat, "Semoga Allah memberi berkah untukmu dalam onta ini."

Kemudian malaikat mendatangi si Botak dan bertanya kepadanya, "Apakah yang paling engkau sukai?"

Si Botak menjawab, "Rambut yang indah dan hilangnya dari diri saya penyakit yang karenanya aku dijauhi oleh manusia."

Malaikat lalu mengusapnya, hingga hilanglah penyakitnya dan dia diberi rambut yang indah. Malaikat bertanya lagi, "Harta apa yang paling engkau sukai?"

Orang itu menjawab, "Sapi."

Akhirnya si Botak diberikan seekor sapi yang bunting dan didoakan oleh malaikat, "Semoga Allah memberkahinya untukmu."

Selanjutnya malaikat mendatangi si Buta dan bertanya kepadanya, "Apa yang paling engkau sukai?"

Si Buta menjawab, "Allah mengembalikan kepada saya mata saya agar saya bisa melihat manusia."

Malaikat lalu mengusapnya hingga Allah mengembalikan padangannya. Si Buta bisa melihat lagi. Setelah itu malaikat bertanya lagi kepadanya, "Harta apa yang paling engkau sukai?"

Orang itu menjawab, "Kambing."

Akhirnya diberilah seekor kambing yang bunting kepadanya sambil malaikat mendoakannya.

Singkat cerita, dari hewan yang dimiliki ketiga orang itu beranak dan berkembang biak. Yang pertama memiliki satu lembah onta, yang kedua memiliki satu lembah sapi, dan yang ketiga memiliki satu lembah kambing.

Kemudian sang malaikat - dengan wujud berbeda dengan sebelumnya - mendatangi si Belang. Malaikat berkata kepadanya, "Seorang miskin telah terputus bagiku semua sebab dalam safarku, maka kini tidak ada bekal bagiku kecuali pertolongan Allah kemudian dengan pertolongan Anda. Saya memohon kepada Anda demi (Allah) Yang telah memberi Anda warna yang bagus, kulit yang bagus, dan harta, satu ekor onta saja yang bisa menghantarkan saya dalam safar saya ini."

Orang yang tadinya belang itu menanggapi, "Hak-hak orang masih banyak."

Lalu malaikat bertanya kepadanya, "Sepertinya saya mengenal Anda. Bukankah Anda dulu berkulit belang yang dijauhi oleh orang-orang dan juga faqir, kemudian Anda diberi oleh Allah?"

Orang itu menjawab, "Sesungguhnya harta ini saya warisi dari orang-orang tuaku."

Maka malaikat berkata kepadanya, "Jika kamu dusta, maka Allah akan mengembalikanmu pada keadaan semula."

Lalu, dengan rupa dan penampilan sebagai orang miskin, malaikat mendatangi mantan si Botak. Malaikat berkata kepada orang ini seperti yang dia katakan kepada si Belang sebelumnya. Ternyata tanggapan si Botak sama persis dengan si Belang. Maka malaikat pun menanggapinya, "Jika kamu berdusta, Allah pasti mengembalikanmu kepada keadaan semula."

Lalu malaikat - dengan rupa dan penampilan berbeda dengan sebelumnya - mendatangi si Buta. Malaikat berkata kepadanya, "Seorang miskin dan Ibn Sabil yang telah kehabisan bekal dan usaha dalam perjalanan, maka hari ini tidak ada lagi bekal yang menghantarkan aku ke tujuan kecuali dengan pertolongan Allah kemudian dengan pertolongan Anda. Saya memohon kepada Anda, demi Allah yang mengembalikan pandangan Anda, satu ekor kambing saja supaya saya bisa meneruskan perjalanan saya."

Maka si Buta menanggapinya, "Saya dulu buta lalu Allah mengembalikan pandangan saya. Maka ambillah apa yang kamu suka dan tinggalkanlah apa yang kamu suka. Demi Allah aku tidak keberatan kepada kamu dengan apa yang kamu ambil karena Allah."

Lalu malaikat berkata kepadanya, "Jagalah harta kekayaanmu. Sebenarnya kamu (hanyalah) diuji. Dan Allah telah ridha kepadamu dan murka kepada dua sahabatmu."

Demikianlah kisah ini, Allah senantiasa menguji hamba-hamba-Nya. Dan kita pun senantiasa diuji oleh-Nya. Dalam kisah tadi, ada dua hal yang menjadi bahan ujian, yaitu kesehatan/penampilan fisik dan harta. Mudah-mudahan kita adalah yang orang yang lulus ujian sebagaimana si Buta. Jika kita ingin seperti si Buta, maka kita harus berusaha menjadi bagian dari orang-orang yang bersyukur dan senantiasa merasakan adanya pengawasan Allah (muroqobatullah).

Semoga Allah senantiasa ridho kepada kita dan tidak murka kepada kita semua.. Aamiin. []

Maraji’: Hadits Riwayat Bukhari - Muslim

http://www.hudzaifah.org/Article381.phtml

empty

June 9th, 2006 by devhoy
Engkau telah diciptakan
berpasangan, dan
selamanya engkau akan berpasangan.
Bergandengan
tanganlah engkau hingga sayap-
sayap panjang nan lebar lebur dalam nyala,
dalam
ikatan agung yang menyatukan kalian.

Saling menataplah dalam
keharmonisan,
Bukan hanya menatap ke depan, tetapi melangkah
ke tujuan
semula engkau bercinta.

Berpasanganlah engkau karena tidak ada yang

benar-benar mampu hidup sendirian.
Berpasanganlah engkau dalam menikmati
alam,
karena alam dan karunia Tuhan terlampau luas
untuk dinikmati
sendirian.

Bersamalah engkau dalam setiap keadaan, karena
kebahagiaan
tersedia bagi mereka yang menangis,
Bagi mereka yang disakiti hatinya
Bagi
mereka yang mencari
Dan bagi mereka yang mencoba,
Karena merekalah yang
menghargai pentingnya
orang-orang yang pernah hadir dalam kehidupan

mereka.

Berikan hatimu namun jangan saling
menguasainya
Jika
tidak, kalian hanya mencintai pantulan diri
sendiri, yang kalian temukan
dalam dia.

Tegaklah berjajar namun jangan terlampau dekat.
Bukankah
tiang-tiang candi tidak dibuat terlalu rapat
Dan pohon cemara tidak tumbuh
dalam bayangan
masing-masing?

Berkasih-kasihlah, namun jangan
membelenggu cinta
Biarkan cinta mengalir dalam setiap tetesan
darah
Bagai mata air kehidupan yang gemerciknya
senantiasa menghidupi
pantai jiwa.
(jadi inget lirik Heaven Knows, "if u really love, u’ve

gotta set her free.. and if she returned in kind.. I’ll
know she’s
mine…)

Percayalah bahwa akan ada pasangan cinta dalam
hidup
mu
Belahan hatimu ada di luar sana.
Apabila cinta menggamitmu, ikutlah ia
walaupun
jalan-jalannya sukar dan curam
Apabila ia mengepakkan sayapnya,
serahkanlah
dirimu kepadanya, walaupun pedang yang tersisip
pada
sayapnya akan melukaimu.

Bagaimana Kau Mencatat Bencana

June 3rd, 2006 by devhoy



Bagaimana kau mencatat bencana
yang
telah memusnahkan keriangan
mematikan ribuan orang
dan menjungkirbalikkan
kota kita?



Apa yang kau dapat dari gempa sekian skala richter
selain
mayat -mayat yang tak selalu bernama
isyarat kiamat, kenangan yang
pecah
di mata berjuta kita?



Lalu sambil menanam duka cita
kita
hitung lembar-lembar rupiah
yang bisa membuat jiwa
dan kota itu tetap
berdenyut



Seperti disentakkan kita pun ingat padaNya
yang selama ini
sering kita abaikan
kita tak berhenti menyebut-nyebut namaNya
hingga pias
wajah dan kering airmata



Bagaimana kau mencatat bencana?
Apa yang bisa
kau dapat dari gempa sekian skala richter?
Belum sampai kiamat.
Baru
sekadar panggilan, atau teguran
hujan hikmah, ketakberdayaan,
yang membawa
kita kembali
pada ingatan lebih tentangNya



Bagaimana kau mencatat
bencana?
Apa yang bisa kau dapat dari gempa?
Mungkin sebuah kesempatan
lagi
untuk pulang lebih dalam
pada kebesaran dan cintaNya.

Sumber:
Bagaimana Kau Mencatat Bencana oleh Abdurahman Faiz, Depok, 28 Mei
2006

theme of the day : NARSIS

May 19th, 2006 by devhoy

Saya itu:

Paling ngga bisa ngasih pendapat ttg "cinta" sama orang lain..  *lah, saya aja jomblo masa dimintain pendapat"

Paling ngga bisa dipaksa2 atau disuruh melakukan sesuatu *sesuatu yang dilakukan didasari dari niat ikhlas dan kesadaran diri, pasti lebih baik akhirnya*

Paling ngga suka sama ‘rumah sakit’, puskesmas, dokter apalagi dokter gigi *bau-nya aja dah bikin mual — pdhal dulu nyaris jadi dokter.. sigh*

Lebih memilih tidur dibandingin nge-dugem atau keluyuran yg ngga jelas *keluyuran harus menghasilkan, lebih baik dikantor semaleman dapet duit daripada keluyuran dijalan menghabiskan duit*

Paling ngga mau ngerepotin orang  *selama bisa dikerjain sendiri kenapa juga orang lain mesti repot*

Ada (juga) sisi dari diri saya yang ngga saya suka :
- inget banget klo punya janji *sebel, pdhal dah pura2 lupa :D*
- keseringan ontime, akibatnya jadi keseringan nungguin *dan lama pula*
- ngga bisa nolak  (*klo orang minta tolong atau bahkan nawarin barang jualan sekalipun*)
- keseringan ngomong bener dibandingin yg ngga bener (*huh, pdhal sekali2 bo’ong kan ngga papa hihhihihi*)
- suka grasak-grusuk sendiri kalo ngerjain sesuatu (*tapi kerjaan jadi cepet kelar*)
- Kenapa juga ya, saya ngga suka susu??? (*huekss…*)
- suka moody dan ngga kenal waktu… *nyokap sering jadi korban saya  — halaah bangga*

-

three times a lady

May 19th, 2006 by devhoy

Three Times A Lady Lyrics

Thanks for the times
That you’ve given me
The memories are all in my mind
And now that we’ve come
To the end of our rainbow
There’s something
I must say out loud

You’re once twice
Three times a lady
And I love you
Yes your once twice
Three times a lady
And I love you
I love you

You shared my dreams
My joys my pains
You made my life worth living for
And if I had to live my
life over again
I spend each and every moment with you

You’re once twice
Three times a lady
And I love you
Yes you once twice
Three times a lady
And I love you
I love you

When we are together
The moments I cherish
With every beat of my heart
To touch you to hold you
To feel you to need you
There’s nothing to keep us apart

You’re once twice
Three times a lady
And I love you
Yes you’re once twice
Three times a lady
And I love you
I love you

lagi pengen melow, secara abis denger lagu ini tadi pagi.. 
"You’re once twice - Three times a lady - And I love you - Yes you once twice - Three times a lady - And I love you - I love you"

document.write(’MP3 Downloads

‘);
document.write(’Send Lionel Richie polyphonic ringtone to your cell phone

‘);

Ngga bisa nge-junk

May 5th, 2006 by devhoy

Huh.. padahal banyak yg mau direply- tapi ngga bisa…
sampe kapan yah kira2… hiks… ada yg bisa nolongin ngga???

Idgm

(isi) BLOG

April 28th, 2006 by devhoy

Baca2 BLOG orang ternyata bikin bingung.. ternyata ada jg yah orang yang segitu "gila" sama teknologi, sampai2 isi BLOGnya pun ngga jauh2 dari software, hardware dan kerabatnya… tapi suka2 dong.. itukan kebebasan pribadi, (hmm.. bukankah utk itu BLOG dibuat?)

Kerja…Kerja!!!!
Dah Niat hari ini kerjaan yang ke pending harus selesai, soalnya semalam dah pake acara ngerjain dirumah buat rangkuman meeting kemarin, jadi hari ini bisa konsen ke develop system.. semoga selesai hari ini, pengen menikmati hidup (seperti kata dia *ehem*) "HIDUP HARUS DiNikmati".. yups.. agree with that comment, kalo ngga sekarang kapan lagi.
jadi hari ini berencana menyelesaikan kerjaan dan besok menikmati hidup.. (baca: TIDUR), uuhmm.. jadi pengen jalan2 dan cuci mata, ada pameran ngga yaaa,…? (looh, kok jadi jalan2)

“Gomenasai” .. It’s Mom B’day

April 25th, 2006 by devhoy


What I thought wasn’t mine


In the light


Was one of a kind,


A precious pearl


When I wanted to cry


I couldn’t cause I


Wasn’t allowed

 

Gomenasai for everything


Gomenasai, I know I let you down


Gomenasai till the end


I never needed a friend


Like I do now


What I thought wasn’t all


So innocent


Was a delicate doll


Of porcelain

 

When I wanted to call you


And ask you for help


I stopped myself


Gomenasai for everything


Gomenasai, I know I let you down


Gomenasai till the end


I never needed a friend


Like I do now

 

What I thought was a dream


A mirage


Was as real as it seemed


A privilege


When I wanted to tell you


I made a mistake


I walked away


Gomenasai, for everything


Gomenasai, Gomenasai,


I never needed a friend,


Like I do now


Gomenasai, I let you down


Gomenasai, Gomenasai, Gomenasai,


Gomenasai till the end


I never needed a friend


Like I do now


-


Special lyric for special person : Happy B’day MOM, wish Allah give u the best ever, and a happily and healthy life. Love, hug and kisses from Me.

Bday

JOgja or Yogya

April 18th, 2006 by devhoy

Jadi juga ke jogja… secara emang dah janji sama  godril buat kesana, (agak ngga enak jg dah kebanyakan janji dan ngga ditepati), sorry yaaah… banyak banget sih halangan buat mempertemukan kita (halaah… hehehehhe…), but jadi juga berangkat dengan order dadakan travel, karena ngga kebagian tiket kereta, sempat bete jg naek travel, nyaris 16 jam perjalanan (karena dijemput duluan..huhuhuhu) tp akhirnya sampe jg di kota ini  pas jam 10 jum’at pagi.. hal yang pertama dilakukan adalah tiduuuuuuuuuR..

Day-2
Trip to Borobudur dan Ketep pass.. rombongan dah bertambah dengan kehadiran Weslie n fahmi, cuman berhubungan ngga bawa kamdig, jd momen2 yg diabadikan cuman beberapa aja. :((

Image003_2
Borobudur (dipandang dari) dikejauhan.

Image004_1

Puncak merapi  (blom ngeh kalo udah masuk SIAGA) 

Image001_1
skrinsut of the month… duuh mesranya (hehehehhee…)

Day 2 - 20.00 WIB
Udah harus pulang.. berhubung ngga kebagian tiket lagih… huhuhuhuuu…. tp ngga bikin kapok kesana kok.. well, next trip.. naik pesawat aaah… :p